PENUMPANG KRL DI GERBONG WANITA

Hai guys hari ini gue mau nulis tentang penumpang KRL yang agresif. So, mari kita lanjutkan ceritanya.


Jadi gue kuliah disalah satu universitas swasta dibilangan Jakarta. Ya kalian mungkin tahulah yaa kampus itu dimana yang mempunyai stasiun menggunakan nama universitas tersebut. Oke kita lanjutkan cerita gue.

Jadi di kampus gue itu belum boleh bawa kendaraan pribadi untuk maba karena dengan alesan takut di jailin seniornya (tapi bener juga sih alesannya dan gue setuju apalagi buat maba disuruh pakai almet juga haha jadi yaa alesannya masuk diakal lah) dan akhirnya gue dan beberapa temen gue naik kereta. Kalian tahu lah yaa kalau penumpang KRL di pagi hari gimana subhanallah banget deh yaa bahkan sampai ada yang hampir kejepit pintu otomatis KRLnya kerena mereka modal "nekat" biar gak telat ke tempat kerjanya dan suatu ketika gue tumben-tumbenan banget nih mau di gerbong cewek padahal biasanya di gerbong campuran dan eng ing eng...... apa yang terjadi selanjutnya????????


Ternyata bener aja guys naudzubillah banget deh di gerbong wanita asli jauh lebih "agresif " dan "galak" daripada di gerbong campuran. Gue agak bingung sih kenapa mereka segitu "agresifnya" dan segitu "galaknya" saat mereka masuk ke dalam kereta tapi seriously I'm so sad and dissappointed sama mbak-mbak atau ibu-ibu yang ada di gerbong wanita padahal seharusnya sesama wanita mereka bisa sedikit "mengalah" dong tapi kenyataannya berbanding terbalik.

Yang bikin gue sedih banget adalah ketika gue sering banget denger berita bahwasanya banyak sekali mbak-mbak yang tidak hamil dan masih muda tidak memberikan tempat duduk prioritasnya untuk ibu hamil atau bahkan untuk lansia. Gue gak tau sih dimana hati nurani mbak-mbak seperti ini, apa mereka gak pernah mikir kalau posisinya dibalik itu jadi gimana? Pasti merasa sakit hati dan kesal kan karena tempat duduk prioritas untuk ibu hamil (dan lansia) ditempati oleh mbak yang tidak hamil dan masih muda? Tapi kenapa mereka sebegitu "jahatnya" yaa? Masih heran dan gak ngerti sih tapi yasudahlah semoga yang membaca ini tidak seperti mbak-mbak yang seperti itu (di gerbong campuran pun harus tetap memberikan kursi prioritas loh yaa untuk ibu hamil, ibu dan anak, dan lansia).

Sebenernya gue sih punya ide biar KRL di Indonesia tuh jadi lebih baik tapi kayaknya gak akan mungkin bisa sih (bisa saja kalau ada yang mau buat wkwk). Pengen banget gitu pembatas peron ke kereta di kasih pintu otomatis kayak di Korea Selatan atau negara-negara lainnya dan kalau bisa nih yaa di kasih alarm deh kalau keretanya terlalu penuh kayak di lift gitu wkwk tapi gak mungkin sih yaa kereta ada kayak gitu haha tapi yaa kita gak ada yang tau masa depan kayak gimana, kayak jodohnya misalnya eaaaaaa :D

Sekian dulu yaa tulisan dan cerita gue hari ini semoga bermanfaat dan pesan untuk kita semua anak kereta-kereta club tolong sekali berikan kursi untuk ibu hamil, ibu yang mempunyai anak dan lansia karena jika kalian tidak memberikan kursinya kelak kalian yang akan merasakan posisi yang mereka alami :)

See you :)


With love,




Rume








Comments

Popular Posts